Terinspirasi oleh Morishige, untuk para sahabat blogger yang sudah membaca buku Bencana Jawa 2011, silakan post komentarnya disini. Komentar bisa berupa ulasan, resensi, kritik, masukan, makian, hujatan dan lain-lain. Terserah.
Syaratnya: Sudah membaca isi buku sampai halaman terakhir.
Saya tunggu, sambil menulis lanjutan buku seri keduanya.
Terima kasih.
Salam,
Yanky dk.
Kumpulan resensi dan kritik buku Bencana Jawa 2011
Label: RESENSI BUKU
MEMPERKENALKAN- NOVEL BENCANA JAWA 2011

Pusat ekonomi 60% ada di pulau Jawa, 60% konsentrasi penduduk RI ada di pulau Jawa. Setelah pulau Jawa hancur, maka pulau-pulau lain menjadi lebih berkembang dan lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alamnya. Kehancuran pulau Jawa beserta penduduk penghuninya, dimanfaatkan oleh beberapa negara lain yang melihat adanya peluang mengeruk keuntungan dari bencana.
Buku ini bukan sekedar novel fiksi biasa, tetapi merupakan novel ramalan yang diperkaya dengan data riset tentang geologi, ekonomi, politik, dan teknologi masa depan. Ramalan tentang masa depan pulau Jawa yang akan hancur akibat konspirasi intelijen international dan bom termonuklir. Bom termonuklir yang pernah diduga menjadi sebab gempa dan tsunami Aceh 2004.
Kali ini, bom termonuklir diciptakan dengan kekuatan yang jauh lebih dashyat. Hancurkah Pulau Jawa sebagaimana seperti ramalan Jayabaya 500 tahun lalu? Bagaimana Honggo Kim, seorang pekerja Indonesia di luar negeri bisa terlibat dalam konspirasi ini?
Dikisahkan dengan memukau, novel berbalut action, terorisme, thriller, suspense, misteri, dan konspirasi ini, sekaligus memberi pengetahuan baru bagi para pembacanya.
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 11.5 x 17
Jml.Halaman : 360 halaman
Berat Buku : ~ 200 gram
ISBN : 602-8224-04-8
Selamat Jalan Gus Dur...
Gus Dur…
Selamat Jalan…
Bapa, guru, panutan, teladan, idolaku
Bapa, guru, panutan, teladan, idola rakyat Indonesia.
Engkau dihormati dan disegani semua kalangan.
Masyarakat Lokal maupun Internasional mengagumimu.
Gus Dur…
Hari ini kau boleh saja pergi meninggalkan jasad fisikmu
Tapi pemikiranmu, ide-idemu, visimu, jiwamu, tetap tinggal.
Tetap tinggal di hatiku, tetap tinggal di hati keluarga,
Tetap tinggal di hati pengikutmu, tetap tinggal dihati muridmu.
Tetap tinggal di hati semua orang-orang yang pernah kamu bela, kamu lindungi, dari penindasan mayoritas, dari penindasan kekuasaan, dari penindasan arogansi sekelompok orang.
Gus Dur…
Engkaulah pemimpin sejati, yang berani mengorbankan diri sendiri untuk membela orang yang patut dibela.
Gus Dur…
Engkau bapak bangsa Indonesia, bapak Pluralisme, bapak Demokrasi, bapak semua agama, kepercayaan, golongan, dan etnis, dan seluruh rakyat Indonesia.
Spanduk Bhineka Tunggal Ika menempel semakin kuat di kaki Garuda Pancasila berkat tindakan nyatamu.
Gus Dur…
Selamat jalan di kehidupan berikutnya. Semoga saya dapat bertemu denganmu di sana.
Saya percaya engkau bebas berkeliling di semua kapling surga semua agama.
Karena saya percaya pemilik kapling-kapling surga yang berbeda itu hakikatnya hanyalah satu, Tuhan Yang Maha Esa.
Jakarta, 30 Desember 2009
