Kumpulan resensi dan kritik buku Bencana Jawa 2011

Terinspirasi oleh Morishige, untuk para sahabat blogger yang sudah membaca buku Bencana Jawa 2011, silakan post komentarnya disini. Komentar bisa berupa ulasan, resensi, kritik, masukan, makian, hujatan dan lain-lain. Terserah.
Syaratnya: Sudah membaca isi buku sampai halaman terakhir.

Saya tunggu, sambil menulis lanjutan buku seri keduanya.
Terima kasih.

Salam,
Yanky dk.

18 komentar:

Edi Dimyati mengatakan...

Judulnya sangat bombastis dan ada banyak hal yang menarik. Novel ini lahir dari kepandaian sang pengarang dalam berfantasi. Memberikan kejutan buat pembacanya dan memaparkan suasana seting tempat serta karakteristik tokohnya dengan detail.

Ceritanya nggak datar. Mengalir dan tetap terjaga. Hal ini tentu saja membuat pembaca tak akan merasa jenuh walapun graflk alur ceritanya tak terlalu meningkat secara drastis.

Ya, menyoal permasalahan besar seputar kewaspadaan akan bencana di Nusantara. Pengarang juga menguasai soal politik, geologi, budaya dan ekonomi yang dijadikan data riset dalam kisahnya.

Ide ceritanya nyaris nggak terpikirkan oleh pengarang-pengarang lokal lain, (Edi Dimyati- HAI- Agustus 2009)

Rini mengatakan...

Bahan baku novel bernapaskan konspirasi ini adalah ramalan Jayabaya, bahwa Pulau Jawa akan tenggelam dan terbelah menjadi dua. Waktunya diperkirakan jatuh pada tahun 2011. Nuansa mistis tidak dibiarkan berlama-lama menetap dalam perjalanan cerita, sebab yang menjadi sorotan adalah aspek politik. Ditengarai, jaringan pemasok Israel menanam detonator yang dapat disamarkan sebagai bencana alam kala meledak. Perusahaan-perusahaan pengeboran mempermudah kedok mereka, salah satunya Damai Bersaudara Internasional.

Honggo Kim bekerja di perusahaan tambang BHP Inc. Dalam sebuah kecelakaan di lapangan, sejumlah korban tewas, sebagian besar selamat termasuk Honggo Kim sendiri.(-edited by yanky-). Hanya saja, bakteri-bakteri di sekitar lokasi menyusup ke tubuhnya sehingga DNA lelaki muda ini mengalami perubahan.

Penulis memaparkan unsur geologi yang pekat disajikan dalam novelnya secara lancar, mengindikasikan bahwa ia memiliki pengetahuan luas di bidang itu. Menariknya, cerita dihubungkan dengan isu-isu akurat semisal menyemburnya lumpur di Jawa Timur dan gas beracun di sumur penduduk.

Honggo Kim, yang semula hanya berkonsentrasi pada tugas dan membahagiakan keluarganya, menjadi aset buruan sejumlah jaringan untuk mensukseskan misi masing-masing. Ia dilanda kebingungan guna menentukan pilihan terbaik, sementara ibu, adik dan pembantunya yang telah bertahun-tahun mengabdi terancam bahaya.

Sebagai satu kesatuan, Bencana Jawa 2011 mengemukakan ide yang cukup jarang di tengah menghamburnya fiksi dengan topik nyaris setali tiga uang di perbukuan Indonesia. Penuturan yang kental bernuansa non fiksi tidak mengganggu kenikmatan baca, namun akan lebih paripurna jika kesalahan ejaan dan tanda baca dibenahi lebih saksama. Di samping itu, penjelasan beberapa bagian terlalu rinci dan diulang-ulang sehingga pembaca tidak leluasa menerka. Ada kesan bab satu dengan lainnya kurang terkait erat karena lagi-lagi pembaca disuguhi deskripsi fisik dan pemilihan nama Honggo Kim. Akan semakin rupawan apabila paragraf-paragraf yang mengusik kejutan dipangkas saja. Sudut pandang orang ketiga pun menjadi kabur karena sebutan beberapa karakter, antara lain Pak Richard dan Pak Robby.

Walaupun demikian, novel Bencana Jawa 2011 (yang sempat menimbulkan dugaan sebagai karya non fiksi) mampu mencuatkan greget dari pemikiran-pemikiran tertentu. Sebut saja dugaan bahwa tsunami dan gempa Aceh 2004 disebabkan oleh bom termonuklir. Satu pertanyaan yang masih melayang-layang: siapakah Pak Setiawan yang menghadiri seminar di awal kisah? (Rini Nurul Badariah)

dadangsupriadi mengatakan...

Waduh...sayang x saya belum dapatkan buku itu..thanks telah berbagi

dadangsupriadi mengatakan...

Piro iku hargane .di Sumut.?

yusupman mengatakan...

Pengen baca bukunya cuman di mana bisa di dapatkannya mas yanky kalo ada yg versi ebooknya biar bisa di download..

Yep mengatakan...

Aku mau jawab pertanyaan di atas saja Mas... :lol:

@Dadang Supriadi : Harga buku resmi Rp.39.900.- dan kalau beli di Bukudiscon.com http://www.bukudiskon.com/books.aspx?item=11459 diskon menjadi Rp.29.925.-

Di Toko Buku Gramedia juga sudah tersedia...silahkan beli sebelum Tahun 2011, daripada kehabisan dan menyesal tidak memilikinya....

Yep mengatakan...

Jawab satu lagi Mas Yanki :

@Yusufman: Versi ebooknya ada disini Mas...

http://www.bukudiskon.com/books.aspx?item=11459

Atau klu mau beli langsung, ke Toko Buku Gramedia .... :lol:

Wah aku jadi Salesman nya Mas Yanky..... he...he...hee ;D

yanky.dk mengatakan...

Yep...hahaha..terima kasih mau jadi salesman. I love you full!

diazhandsome mengatakan...

gaya bahasa oke juga. sepertinya menarik. mungkin saya akan membeli buku lebih dari satu.

satu disimpen, satunya lagi teserah diapain. (aneh gak sih?)

dadangsupriadi mengatakan...

Kayanya Blogspot dong..
He..he

KangBoed mengatakan...

akankah terjadi bencana yang teramat besar.. yaaaa tahun 2011 bukan hanya jawa.. tetapi indonesia.. bencana dahsyat ruaaarr biasa.. jika tidak terjadi perbaikan segera

KangBoed mengatakan...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

Kopral Cepot mengatakan...

rencananya mau buat resensi nya .. baru tamat bacanya ... hebat uy ..

Babesajabu mengatakan...

Wah..wah...wah...kalau ngomongin bencana alam, saya jadi merinding...! Apakah semua ramalan itu akan terjadi ???

hafizz.... blogodrog mengatakan...

Pertama liat judulnya, aku pikir itu non-fiksi... trus liat cuplikan di bagian belakang buku... owh, novel...

Lalu aku beli dan sampai dirumah langsung aku baca... ternyata ceritanya bikin penasaran... TOP deh... Aku baca terus sampai selesai sekali baca...

Seperti cerita nyata,datanya juga up to date...

Yang bingung, Honggo itu masih hidup ngga sih??
Atau mau dilanjutin di buku kedua??

Ada rencana bikin filmnya ngga??

yanky.dk mengatakan...

@hafizz, terima kasih telah membeli dan membaca buku ini. Kasihan memang nasib Honggo. Entahlah.., hidup atau mati masih misteri.

yusupman mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb
Khilap kata,salah makna..yang dulu yang kemarin..yang terlewat ataupun yang akan datang.manusia sebagai makhluk yang tak luput dari alfa,salah dan dosa.DenganIedul fitri smoga qta kembali ke fitrahnya sbg manusia yang di ciptakan sadar akan kelemahan,sadar akan kekhilafan semoga menjadi modal untuk bisa memaafkan,di kesempatan yang penuh dengan ampunan,di bulan ini dosa-dosa di gugurkan dengan saling maaf memaafkan.Smoga tak ada lagi luka yang tersisa,wabil khusus buat mas Yanky sekeluarga kalo sudah berkeluarga.salam damai dari kami,sejahtera selalu.Minal aizin walfa idzin,mohon maaf lahir dan bathin
Wassalam
Yusupman sekeluarga

adi mengatakan...

Saya bukan penulis, tapi membaca novel sejenis (kurang lebih) mengapa ya tokoh utama selalu dalam posisi mapan, kerja di perusahaan asing, dan paradok antara cinta keluarga dan juga hobby one night stand.

Adakah cita-cita yang lebih meng-Indonesia-, gak ya, misal kurang inisiatif, lebih suka jadi pegawai, dll (tapi orang jenis ini tentu tidak bisa menjadi tokoh utama yang mau menyelamatkan NKRI ya) hehehe